This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
01.09
No comments
Penyearah
AC ke DC
Hampir semua pembangkit listrik
menghasilkan listrik dalam bentuk listrik arus bolak-balik (Alternating
Current). Akan tetapi sebagian besar peralatan rumah tangga menggunakan energi
listrik dalam bentuk listrik arus searah. Oleh karenanya kita memerlukan
adapter arus atau penyearah. Rangkaian penyearah ini dibentuk dari rangkaian
dioda.Penyearah ini berfungsi untuk melewatkan gelombang listrik dalam satu
arah saja. Terdapat dua jenis rangkaian dioda sebagai penyearah, yaitu setengah
gelombang dan gelombang penuh.
Penyearah Setengah Gelombang
Penyearah setengah gelombang dapat
dibentuk dengan hanya merangkaikan sebuah dioda ke sumber tegangan bolak balik,
seperti terlihat pada Gambar 1, sedangkan grafik sinyal masukan dan keluaran dapat
dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Sinyal masukan dan keluaran
rangkaian penyearah setengah gelombang.
Dioda dalam rangkaian ini hanya
melewatkan siklus positif dari sinyal masukan ( bagian a dan c) dan menahan
siklus negatifnya (bagian b dan d). Sehingga sinyal keluaran berupa siyal sinus
setengah gelombang saja.
Penyearah gelombang Penuh
Terdapat dua cara untuk membentuk
rangkaian penyearah gelombang penuh, yaitu dengan menggunakan rangkaian
jembatan (Gambar 3) dan rangkaian center tap (Gambar 4). Sedangkan sinyal
masukan dan keluaran dapat dilihat pada Gambar 5.
Dalam rangkaian yang ditunjukan oleh
Gambar 3, ketika sinyal masukan adalah bagian a, maka dioda nomor 2 dan 4
mendapatkan bias maju (1 dan 3 mendapatkan bias mundur), dengan arah arus RL
dari positif ke ground, sehingga bentuk tegangan output adalah bagian a.
Sedangkan ketika sinyal masukan adalah siklus negatif, maka dioda 1 dan 3
mendapatkan bias maju (2 dan 4 mendapatkan bias mundur), dengan arah arus RL
dari positif ke ground, sehingga bentuk tegangan output adalah bagian b yang
dibalik (tegangan RL adalah positif).
Untuk rangkaian seperti yang
ditunjukan oleh Gambar 4, ketika Vin1 siklus positif (Vin2 adalah negatif),
maka dioda 1 mendapatkan bias maju (dioda 2 mendapatkan bias mundur), dengan
arah arus RL adalah dari positif ke ground, sehingga bentuk
tegangannya adalah bentuk a. Sedangkan ketika Vin1 siklus negatif (Vin2 adalah
positif), maka dioda 2 mendapatkan bias maju (dioda 1 mendapatkan bias mundur),
dengan arah arus beban yang masih tetap, sehingga bentuk tegangannya adalah
bentuk b.
Penambahan Filter
Dengan bentuk gelombang tegangan
keluaran seperti pada Gambar 3, maka tegangan DC-nya masih mengandung tegangan
riak yang sangat besar, sehingga jika digunakan sebagai catu daya, akan
mengganggu kinerja peralatan. Salah satu cara untuk mengurangi tegangan riak
ini adalah dengan menambahkan rangkaian tapis RC seperti terlihat pada Gambar
6, dengan tegangan masukan dan keluaran seperti pada Gambar 7.
Gambar 6. Penambahan filter RC.
Gambar 7. Bentuk sinyal input dan
output penyearah berfilter.
00.52
No comments
|
Tips dan Trik Mempercepat Akses
Internet
|
|
Saat anda browsing atau membuka suatu website di internet
entah dari warung internet ataupun dari rumah, mungkin anda sering mengeluh
akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses
internet di Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Cara pertama yaitu menyetting browser dapat dilakukan oleh pengguna Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Bagi pengguna Internet Explorer klik menu [Tools] [Internet Option], klik tab [General]. Pada opsi "Temperory Internet files", klik [Settings] lalu Geser slider-nya. Hal itu untuk membuat cache (lokasi penyimpanan sementara) untuk web yang anda buka, sebaliknya disediakan sekitar 5% dari Hard disk. Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan "about:config" pada address bar,. setelah itu ubah "network.http.pipelining" dan "network.http.proxy pipelining" menjadi "true", serta isi "network.http.pipelining.maxrequests" antara 30 –100 ( semakin besar semakin cepat ). Yang terakhir klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer , tuliskan "nglayout.initialpaint.delay" lalu isi dengan 0. Untuk trik kedua, pertama anda harus mendaftar di www.openDNS.com . Setelah itu masuk ke Control Panel dari start menu, pilih network connections lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protokol anda bisa pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda. Setelah melakukan 2 tips di atas sekarang anda pasti akan mendapat kecepatan akses yang lebih kencang. Bagi yang masih belum puas dengan kecepatan aksesnya sekarang dapat menggunakan trik yang ke tiga yaitu Google Web Accelerator. Google Web Accelerator di desain khusus untuk mempercepat akses internet anda, khususnya anda yang menggunakan koneksi broadband (pita lebar) seperti Cable dan DSL. Untuk anda yang menggunakan koneksi lain seperti Dial-up (Telkomnet Instant atau Speedy) maupun satelit atau wave, Google Web Accelerator juga dapat mempercepat aksesnya. Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating System anda harus Windows XP atau Windows 2000 dan browser anda harus Internet Explorer 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. Kalau untuk browser lainnya sebenarnya juga bisa, tetapi anda harus meng-konfigurasi proxy settings dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9100 pada HTTP. Setelah anda melakukan instalasi, Google Web Accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser anda dan icon tray di pojok bawah layar komputer. Anda dapat mengunduh Google Web Accelerator di http://webaccelerator.google.com. |
00.01
No comments
Membangun
Hotspot yang Aman untuk Keperluan Small Office Home Office (SOHO)
Jaringan komputer tanpa
kabel atau yang lebih sering disebut dengan istilah jaringan wireless dewasa ini semakin banyak dimanfaatkan
oleh para pengguna komputer. Hal ini disebabkan karena kemudahan dari sistem wireless yang semakin mengurangi
pengunaan teknologi kabel (wire)
sebagai media untuk melalukan komunikasi data. Kecepatan akses, jangkauan serta
harga peralatan yang digunakan untuk membangun sistem wireless-pun sudah relatif dapat dijangkau oleh pengguna komputer
dari kalangan perorangan atau individu sekalipun. Dan yang tidak kalah
pentingnya ada kemampuan yang bersifat “mobile”,
sehingga dapat dipergunakan dimana saja.
Pengguna komputer sangat
dimanjakan untuk dapat melakukan komunikasi melalui jaringan wireless. Cukup dari tempat duduk dengan
hanya menggunakan sebuat laptop / notebook
atau bahkan sebuah handphone yang
memiliki fasilitas koneksi wireless
dan tidak dipusingkan lagi dengan carut-marutnya kabel, para pengguna komputer
tersebut dapat melakukan aktivitasnya. Misalnya :
melakukan browsing ke internet, membaca atau mengirimkan e-mail ke rekan-rekan bisnis, melakukan teleconference, koneksi ke jaringan Instant Messenger milik Yahoo, MNS,
Google, Jaber, dll.
Dewasa ini sistem
komunikasi wireless-pun banyak pasang
pada fasilitas-fasilitas umum seperti :
hotel, café, mall, bandar udahara,
kampus, dll. Fasilitas sistem komunikasi dengan media wireless tersebut dikenal dengan istilah hotspot. Hotspot-hotspot tersebut
banyak dipasang pada area-area publik, mulai dari yang free hostpot sampai dengan yang harus membayar untuk dapat
melakukan koneksi ke sistem wireless dan
mengakses internet melalui hotspot-hotspot yang telah disiapkan
atau dibangun oleh pada penyedia jasa internet
seperti : Indosat M2, CBN, Indonet,
dll.
Sistem komunikasi wireless yang dibangun agar dapat
diakses oleh semua orang (free hotspot),
bisanya dibangun dengan sistem terbuka (open
system). Artinya siapa saja membutuhkan akses (misalnya : internet)
dapat langsung melakukan koneksi ke sistem wireless
tersebut melalui hostspot-hotspot
yang telah disediakan. Bisanya pembangunan fasilitas free hotspot ini bertujuan
sebagai fasilitas tambahan (pelayanan), misalnya bagi para tamu hotel yang
sedang menginap mendapatkan fasilitas ini hanya dengan meminta account khusus bahkan pada umumnya tanpa
membutuhkan account khusus kemudian
tamu hotel tersebut cukup melakukan koneksi ke hotspot- hotspot yang
telah disediakan.
Pada kesempatan ini,
penulis akan menjelaskan bagaimana membangun suatu infrastruktur untuk keperluan hostpot
area yang akan dapat dipergunakan oleh perusahan kecil dan menengah,
termasuk didalamnya untuk keperluan kampus maupun Warung Internet (Warnet).
Komponen utama pembentuk
jaringan tanpa kabel (wireless
networking) adalah Wireless Network
Adapther baik yang berupa PCI Card,
USB Card maupun PCMCIA, Access Point dan Antena (optional).
Sistem komunikasi wireless pada umumnya bekerja pada
frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5 GHz. Area frekuensi 2,4 GHz pada umumnya akan
sangat terganggu oleh peralatan-peralatan seperti :
1. Cordless Telephone
2. Microwave
3. Medan magnet yang dihasilkan dari lemari
pendingin, mesin air, Air Conditioner,
dll.
Frekuensi jaringan wireless yang digunakan tergantung dari
jenis protokol apa yang digunakan pada sistem jaringan wireless tersebut. Standard protokol sitem wireless mengacu pada protokol standar 802.11x yang dikeluarkan
oleh IEEE.
Tabel 1. Standar protokol IEEE 802.11x

Jaringan komputer
menggunakan sistem wireless terbagi
menjadi dua macam, yaitu : ADHOC Mode dan Infrstructure Mode. Pada ADHOC
Mode, setiap komputer yang akan terhubung ke jaringan wireless cukup hanya menggunakan sebuah Wireless Network Adapther, tanpa menggunakan suatu
sentral komunikasi (Access Ponit)
yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data. Sedangkan pada Infrstructure Mode, disamping
menggunakan Wireless Adapther untuk
dapat terkoneksi ke jaringan wireless dibutuhkan juga suatu sentral komunikasi (Access Ponit) yang berfungsi sebagai
pengatur lalu lintas data pada sistem jaringan tersebut.

Gambar 1. ADHOC Mode

Gambar 2. Infrastucture Mode
Infrastruktur jaringan wireless, untuk kepeluan SOHO pada umumnya menggunakan sistem Infrastructure Mode. Penggunaan jaringan wireless ini pada umumnya adalah digunakan untuk melakukan koneksi
antara client-client yang bersifat
bergerak (mobile) dengan menggunakan
perangkat seperti laptop / notebook, Personal Digital Assistant (PDA) maupun Mobile Phone atau handphone yang dilengkapi perangkat koneksi ke jaringan wireless untuk dapat mengakses resource yang ada pada jaringan internal perusahaan atau akses ke jaringan
global seperti internet. Pada gambar
3 berikut ini, penulis akan menggambarkan suatu infrastruktur jaringan wireless yang dapat dipergunakan pada
suatu perusahan SOHO .

Gambar 3. Infrastuktur jaringan wireless
Penulis akan mencoba
untuk menjelaskan bagaimana mengamankan suatu sistem jaringan wireless pada suatu perusahaan. Penulis
menggunakan sebuah Modem Router ADSL buatan vendor
3Com dengan tipe 3CRWDR100A-72 (Office Connect
ADSL Wireless 11g Firewall Router). Berikut ini adalah beberapa langkah yang
dapat anda lakukan untuk mengamankan sistem wireless
yang akan anda bangun, antara lain :
1. Merubah nama Service Set ID
(SSID)
Secara standar (default), nama suatu SSID yang diberikan oleh setiap vendor peralatan Access Point adalah dengan nama “default”. Pada peralatan yang
penulis pakai, nama SSID standarnya adalah “3Com”. Gantilah nama SSID jaringan wireless anda dengan nama, yang tidak
menunjukan atau menggambarkan nama dari perusahaan anda.
|
|
Gambar 4. Perbedaan jaringan wireless
2. Merubah password adminitrator
Secara standar (default), password administrator dari suatu Access Point yang diberikan oleh setiap vendor peralatan adalah “admin”, “1234”, “cisco”, “password”, dll.
Daftar nama password standar (default) dari setiap peralatan komunikasi
yang ada dapat dilihat pada website http://www.defaultpassword.com.

Gambar 5. Login ke Access Point menggunakan password standar
Gantilah password administrator mesin Access Point anda dengan ketentuan berikut ini :
a. Buatlah password yang memiliki panjang antara 10
s/d 12 karakter.
b. Password yang dibuat
harus mempunyai kompleksitas yang tinggi, yaitu dengan membuat password tersebut terdiri dari gabungan : huruf kapital (huruf besar), huruf kecil, angka
dan tanda baca (spesial karakter).
c. Jangan menggunakan password yang sama dengan user name atau nama account.
d. Untuk memudahkan mengingat password,
buatlah password berupa suatu kalimat
(passphrase). Misalnya : I Love Water. Kemudian buatlah password tersebut
dengan pola-pola tertentu yang akhirnya menjadi sebuah password password yang sangat baik, misalnya: I7ov3w@+3r (yang artinya adalah I Love Water,
tanpa tanda spasi).
e. Gantilah password administrator tersebut secara periodik,
usahakan maksimal usia password administrator tersebut diganti setiap 1
(satu) bulan sekali.

Gambar 6. Konfigurasi untuk merubah password standar
Selain merubah password administrator, lakukanlah juga konfigurasi
terhadap berapa lama waktu login ke mesin
Access Point. Hal ini biasanya
disebut dengan Login Timeout. Hal ini
menghindari seorang administrator
lupa logout setelah mengkonfigurasi
mesin Access Point dan digunakan oleh
orang yang tidak berhak.
3. Membatasi ijin untuk
mengkonfigurasi Access Point secara remote
Lakukanlah konfigurasi
pada mesin Access Point, dari IP Address berapakah mesin Access Point ini dapat dikonfigurasi
melaui internet. Tentukan IP Address WAN milik perusahaan yang
digunakan untuk terkoneksi ke internet
(diberikan oleh ISP). Sebagai contoh perusahaan anda mendapatkan IP Address WAN yang diberikan dari ISP
adalah 203.130.100.1, sedangkan anda mengijinkan mesin Access Point anda boleh dikonfigurasi secara remote oleh IP Adrress yang berasal dari IP Address 222.124.14.1.
Maka untuk dapat mengkonfigurasi Access
Point dari IP Address
222.124.14.1 anda cukup membuka web
broser anda dan memasukan alamat http://203.130.100.1:8000.

Gambar 7. Konfigurasi untuk merubah password standar
4. Gunakanlah pengaman
(berupa enkripsi) pada jaringan wireless.
Sistem jaringan wireless pada prinsipnya terdiri dari 2
(dua) macam, yaitu : sistem terbuka (Open System) dan sistem tertutup (Share Key Authentications). Jaringan wireless dengan sistem terbuka akan
memperbolehkan siapa saya dapat terkoneksi ke dalam sistem wireless yang ada dan dapat ditemukan oleh perangkat yang memiliki
fasilitas sistem wireless (misalnya : komputer, handphone,
PDA, dll). Sedangkan pada sistem tertutup, tidak semua orang yang dapat
menemukan sistem wireless dapat
terhubung langsung ke sistem tersebut. Biasanya dibutuhkan suatu kunci tertentu
(Share Key Authentications) yang
sudah ditentukan sebelumnya oleh seorang administrator
sistem wireless.
Secara standard ada 2
(dua) macam pengaman dalam sistem wireless
yang populer dipergunakan, yaitu : Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA). Setiap vendor peralatan sistem wireless biasanya minimal menyertakan
satu macam sistem pengaman dari sistem jaringan wireless yang juga merupakan standar international yang dibuat dari
IEEE. Adapaun sistem pengaman tersebut adalah WEP. Pengamanan menggunakan WEP
saat ini sudah mencapai sampai dengan 256 bit.
Pengaman sistem wireless menggunakan WEP secara umum
terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu :
64 bit, 128 bit dan 256 bit. Masing-masing tingkat pengamanan dalam sistem WEP
ini memiliki panjang digit untuk pengamanan yang berbeda-beda. Adapun untuk
sistem pengamanan WEP 64 bit, akan mempergunakan 5 digit karakter ASCII atau 10
digit bilangan Heksadesimal sebagai Share
Key Authentication-nya. Sistem pengamanan WEP 128 bit, akan mempergunakan
13 digit karakter ASCII atau 26 digit bilangan Heksadesimal sebagai Share Key Authentication-nya. Sedangkan sistem
pengamanan WEP 256 bit, akan mempergunakan 29 digit karakter ASCII atau 58
digit bilangan Heksadesimal sebagai Share
Key Authentication-nya.
Pengamanan dengan
menggunakan WPA ini merupakan suatu sistem pengamanan yang sifatnya optional, dan biasanya tergantung dari setiap
vendor peralatan sistem wireless yang akan menentukan. Sistem
pengamanan WPA, akan mempergunakan 8 s/d 63 karakter ASCII Share Key Authentication-nya.
Tabel 2. Perbandingan WEP dan WPA

Disamping dua pengaman
sistem wireless yang tadi sudah
penulis jelaskan (WEP dan WPA), sebenarnya masih ada beberapa sistem pengaman wireless yang lain, misalnya saja
Radius, WPA-PSK, dll yang biasanya juga dibuat oleh masing-masing vendor peralatan.

Gambar 8. Konfigurasi pengaman sistem wireless menggunakan WEP 64 bit
Gambar 9. Konfigurasi pengaman sistem wireless menggunakan WPA
Pada gambar 10 berikut
ini dapat anda perhatikan antara gambar sistem wireless open system dengan close
system. Pada gambar 10.a, terlihat ada 2 (dua) SSID dengan nama Company
Hotspot dan Pondok Lakah.Net yang pada masing-masing nama SSID tersebut tertera
tulisan “Unsecure wireless network”.
Sedangkan pada gambar 10.b juga terlihat ada 2 (dua) SSID dengan nama Company
Hotspot yang tertera tulisan “Security
enable wireless network (WPA)” yang disertai pula gambar kunci gembok
disisi sebelah kiri bawah nama SSID dan Pondok Lakah.Net yang tertera tulisan “Security enable wireless network” yang
disertai pula gambar kunci gembok disisi sebelah kiri bawah nama SSID. Pada
SSID Company Hotspot menggunakan sistem pengamanan menggunkan WEP 64 bit
sedangkan pada SSID Pondok Lakah.Net menggunakan sistem pengamanan menggunakan
WPA.
|
|

|

Gambar 10. Perbedaan Open
System dan Close System
Sebaiknya Share Key Authentication pada sistem
pengamanan menggunakan WEP maupun WAP dikonfigurasikan langsung oleh administrator jaringan ke komputer client yang akan terkoneksi ke jaringan wireless. Share Key Authentication tersebut juga sebaiknya secara periodik
diganti minimal 1 (satu) bulan sekali. Hal ini menghindari client memberikan Share Key
Authentication tersebut kepada orang lain yang tidak berhak yang akhirnya
bisa digunakan oleh orang-orang diluar dari yang telah ditentukan untuk
mengakses jaringan wireless.
5. Mematikan broadcast SSID (blok broadcast SSID).
SSID merupakan nama dari
jaringan wireless. Adapun sifat dari
SSID adalah selalu mem-broadcast nama
jaringan wireless tersebut, sehingga
setiap peralatan sistem wireless
dapat mendengar atau melihat dari SSID yang anda miliki. Untuk menghindari agar
nama SSID sistem wireless yang anda
akan bangun, sebaiknya nama SSID tersebut di blok untuk broadcast-nya, sehingga nantinya setiap client yang akan mengkoneksikan peralatan wireless-nya ke dalam jaringan wireless
yang ada harus dimasukan nama SSID-nya secara manual satu persatu.

Gambar 11. Konfigurasi untuk mem-blok broadcast SSID
6. Lakukanlah filter MAC Address (MAC Address Filtering)
Agar sistem wireless yang anda bangun tidak dimasuki
oleh orang-orang yang tidak memiliki ijin akses ke dalam jaringan wireless anda, sebaiknya lakukan filter terhadap
MAC Address dari masing-masing
perangkat (laptop/notebook, PDA, handphone, dll) yang boleh mengakses
jaringan wireless anda. MAC Address adalah suatu nomor unik yang
berikan oleh masing-masing vendor
peralatan aktif komunikasi data seperti Network
Interface Card, Router, Switch, Network Camera, dll. MAC Address atau biasa disebut juga dengan Hardware Address terdiri dari dua bagian, yaitu : 3 (tiga) byte kode pabrik (vendor) yang diberikan oleh IEEE dan 3 (tiga) byte nomor serial unik untuk host
yang diatur oleh pabrik (vendor).
Penulisan MAC Address biasanya menggunakan 6
(enam) angka Heksadesimal untuk kode pabrik (vendor)
dan 6 (enam) angka Heksadesimal untuk nomor serial. Contoh MAC Address adalah : 00-0C-6E-60-7C-2E.
00-0C-6E adalah nomor kode pabrik (vendor)
dan 60-7C-2E nomor serial untuk host.
Misalkan seorang adminitrator
jaringan wireless hanya memperbolehkan
hanya ada 3 (tiga) buah laptop / notebook
yang dapat terkoneksi ke jaringan wireless
perusahaan. Masing-masing lapotop / notebook.
Adapun rincian dari masing-masing laptop
/ notebook yang diijinkan untuk memasuki jaringan wireless dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Daftar MAC Address
yang diijinkan masuk ke jaringan wireless

Adapun konfigurasi dari MAC Address
filtering dari sistem jaringan wireless
tersebut dapat dilihat apada gambar 12 berikut ini.

Gambar 12. Konfigurasi untuk mem-filter MAC Address
Demikianlah beberapa cara
untuk mengamankan sistem wireless
yang nantinya akan dapat diimplementasikan pada perusahaan, warnet, kampus atau
sekolah. Tak ada gading yang tak retak, sebaik apapun sistem keamanan yang
telah kita lakukan bukan berarti sistem yang telah dibangun sudah sangat
sempurna. Hal ini mengingat sistem komunikasi menggunakan gerombang radio
seperti wireless dengan protokol IEEE
802.11x ini sangatlah rentan terhadap gangguan serta ancaman keamaman karena
memang tidak ada perlindungan secara fisik layaknya pada sistem jaringan
menggunakan kabel (wire). Siapapun
yang dapat mengetahui adanya sistem wireless
mempunyai peluang untuk melakukan kegiatan hacking
dan melakukan penyadapan (sniffing) terhadap lalu lintas data yang melewati
jaringan wireless tersebut.
Sampai dengan saat ini
sendiri belum ada protokol wireless
lain yang lebih baik selain 802.11x. Berita terakhir yang penulis dapatkan,
sedang dilakukan riset untuk mengembangkan protokol untuk wireless yang lebih baik untuk menggantikan protokol wireless saat
ini yang sudah dirasa sudah terlalu tua dan rentan terhadap gangguan. Selamat
mencoba…
Langganan:
Postingan (Atom)












